Bocah Kerempeng
Ini kisah tentang si bocah kerempeng
Suaranya melengking memecah sudut-sudut kota
Menangis sebelah mata...
Berbicara setengah bahasa..
Bahu memikul baja masa depan..
Tangannya mengorek-ngorek rahasia bulan..
Akal menerawang cita..
Hati menginsafkan nyata..
Semua berpadu dalam suara bising jalan raya...
Ku lihat ia terpaku memandang arus lalu lintas dan
kerucut lampu- lampu Kupang dengan warna-warna baru..
Seolah-olah semuanya diterjemahkan ke dalam suatu kombinasi
wajah kemanusiaan..
Semua terasa mesra tapi kosong..
Aku merasa diriku yang lepas..
Dan bayangan tentang bocah kerempeng menjadi pilu sekali
di jalan-jalan..
Mengisyaratkan hati yang tak berkasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar