Senin, 13 April 2015

Puisi Baru Lagi



Bocah Kerempeng

Ini kisah tentang si bocah kerempeng
Suaranya melengking memecah sudut-sudut kota
Menangis sebelah mata...
Berbicara setengah bahasa..
Bahu memikul baja masa depan..  
Tangannya mengorek-ngorek rahasia bulan..  
Akal menerawang cita..
Hati menginsafkan nyata..
Semua berpadu dalam suara bising jalan raya...

Ku lihat ia terpaku memandang arus lalu lintas dan kerucut lampu- lampu Kupang dengan warna-warna baru..
Seolah-olah semuanya diterjemahkan ke dalam suatu kombinasi wajah kemanusiaan..
Semua terasa mesra tapi kosong..

Aku merasa diriku yang lepas..
Dan bayangan tentang bocah kerempeng menjadi pilu sekali di jalan-jalan..
Mengisyaratkan hati yang tak berkasih.








Tidak ada komentar: