Selasa, 21 April 2015

Doa untuk sahabat



Doaku

Bapa..
Terimakasih untuk seorang sahabat yang Engkau berikan kepadaku
Mengisi sejarah perjalanan hambaMu..
Bukan sekedar mampir dan berlalu
Tak hanya tentang tawa dan tangis..
Ini tentang hidup..
Hidup dalam rencanaMu

Bapa..
Terimakasih untuk seorang sahabat yang Engkau berikan kepadaku
Orang biasa yang berani melangkah
Pemimpi yang hidup dalam mimpiMu
Jenius yang tak pernah padam..
Sahabat yang tulus hatinya..
Perempuan penakluk dunia..

Bapa..
hanya biarlah sertaMu bersamanya…
tanganMu menuntunya…
Engkau perisainya…
Engkau kekuatannya

Bapa..
Dalam kesepian Engkau ada..
Dalam kesesakan Engkau tahu..
Dalam badai Engkau mengerti…

Bapa..
Ajar  dia selalu bersyukur atas umur yang Engkau berikan kepadanya..

Amin.

UNTUK SAHABAT DI ROTE



Rasanya Baru Kemarin

Rasanya baru kemarin kita bersama menantang hari di jalan-jalan kota
Bercerita tentang mimpi-mimpi orang biasa…
Bercanda tentang bidadari putih dan karpet merah entah apa artinya…

Rasanya baru kemarin kudengar cerita-ceritamu tentang hari…
Kesal jika tak puas…
Marah kalau tak cocok..
bahagia bila tercapai…

Rasanya baru kemarin kulihat perjuanganmu…
Kepedulian pada yang terluka…
Kepekaan dalam merasakan sakit..
Semua kau ubah dalam kesederhanaan..
Menciptakan syair-syair dalam puisi..

                             Rasanya baru kemarin kita berlomba dalam perahu daun
                             Bak mengejar cita sang pemberi impian..

Rasanya baru kemarin kita mendengar suara rindu mereka dibalik jeruji itu…

Rasanya baru kemarin…









                                                                   To Del, Sang penakluk dunia

Kata Hati 2



UNTUK PUTRI BUNGA
Mungkin semua teka-teki ini telah terungkap
Ketika kulihat senyumannmu berubah pasi
Saat kau tutupi dengan palingan wajah
Justru jelas sekali kuakkanya
Aku memungut puzzle satu-satu
Tersambung dalam suatu rahasia hidup
Ini tentangmu
Aku melihat dan diam
Aku menatap dan bisu
Aku mendengar dan suaranya hilang
Aku merasakan dan lenyap
Jika hidup adalah piihan
Ini pilihanmu


Kata Hati



Secarik Gundah untuk Putri
Putri, ingatkah lagu yang kita nyanyikan sore itu?
Saat melodi cinta menari menghiasai langit jingga
Melantunkan syair-syair rindu tentang rasa yang bergelora di kalbu
Beradu dalam alunan serasi diiringi semilir sepoi…
……………………………………………………………………………………………………………………………………
Putri, langit berkata hidup ini penuh teka teki
Ya.. bingung aku dipermainkannya..
Kemarin kulihat bibirmu bermandikan senyum..
Aku menjadi gila karenanya..
Kini bertanya pada siapa aku tak tahu..
Bertanya pada alam tak digubris
Ceritamu menghempaskanku dari atas sana
Putri, Aku hanya puisi usang masa lalu…
Tertimbun luka-luka dalam..
Telah pergi dengan maaf kosong belaka
Putri, aku hanya sekedar diam pembisu
Bahkan isyaratpun tak ku pahami..
Putri.. jika hanya lewat malam tak berbintang..
Inginku titipkan secarik gundah         
Aku tak bertanya mengapa?
Kulihat senyumanmu memudar pasi
Itu cukup bagiku…

                                                                   Untuk Putri Bunga, April 2015

Senin, 13 April 2015

Puisi Baru Lagi



Bocah Kerempeng

Ini kisah tentang si bocah kerempeng
Suaranya melengking memecah sudut-sudut kota
Menangis sebelah mata...
Berbicara setengah bahasa..
Bahu memikul baja masa depan..  
Tangannya mengorek-ngorek rahasia bulan..  
Akal menerawang cita..
Hati menginsafkan nyata..
Semua berpadu dalam suara bising jalan raya...

Ku lihat ia terpaku memandang arus lalu lintas dan kerucut lampu- lampu Kupang dengan warna-warna baru..
Seolah-olah semuanya diterjemahkan ke dalam suatu kombinasi wajah kemanusiaan..
Semua terasa mesra tapi kosong..

Aku merasa diriku yang lepas..
Dan bayangan tentang bocah kerempeng menjadi pilu sekali di jalan-jalan..
Mengisyaratkan hati yang tak berkasih.