PUISIKU
TAPAK-TAPAK LANGKAH SANG PEJUANG
Tapak-tapak langkah sang pejuang
Getar bergemuruh bersama taufan
Berlari merobek ombak
Menangkap pasir pasir yang hampir
terkubur
Hilang ditelan senja
Tapak-tapak langkah sang pejuang
Sigap bak halilintar
Terjun menampar awan
Membebaskan berjuta budak
Hampir tenggelam di dasar
samudera
Tapak-tapak langkah sang pejuang
Riuh menggemparkan bumi
Kalahkan raksasa diri
Memberikan kehangatan bagi jiwa –
jiwa yang terlena bersama hari
Tapak-tapak langkah sang pejuang
Menukik bersama elang menembus
biru
Melepaskan anak- anak panah yang
tertambat di kebisuan malam
Tapak-tapak langkah sang pejuang
Membakar sukma
Melukiskan setapak
Menuju pertempuran
Hingga garis akhir!
Karya ; Medes Spirgen
KISAH ANAK PANAH
Tertancap kuat dalam kubangan lumpur
Sebatang anak panah meronta-ronta
Menjerit pilu
Membayangkan hari-hari tersapu arus
Hilang tanpa bekas
Hampa merasuk jiwa
Sakit merobek sukma
Luka memutuskan nadi
Tinggal dalam kebisuan malam
Ia bertanya pada sepoi – sepoi angin
Inikah takdir hidupku?
Akankah aku terbenam selamanya?
Sang angin berbisik pelan
Lihatlah
keatas!
Disana
ada rembulan
Apa?
Rembulan?
Bukankah
rembulan cepat-cepat bersembunyi karena malu bertemu denganku?
Aku
hanyalah sampah!
Sampah
dunia
Lihatlah
tubuhku hampir berkeriput.. kasar!
Kepalaku
sudah mulai beruban.. kotor!
Aku
tak berguna
Oh..
seandainya aku dapat keluar dari kubangan ini?
Hmmm..
seandainya itu dapat terjadi?
Saat
keheningan kembali mencekam
Pohon
cemara bernyanyi pelan
Inilah
kisah anak panah ditangan pahlawan
Merobek
angin menembus awan mencapai sasaran
Itulah
tujuan hidupnya
Anak
panah mengangkat telinganya
Mendengarkan
nyanyian pelipur lara
Seorang
pahlawan membutuhkannya
harapan datang senyum merona
harapan datang senyum merona
Karya:
medes spirgen
MEMANCING
Jam
10 pagi kuangkat pancingku
Berjalan
diantara pepohonan
Nyanyian
burung merdu terdengar
Menandakan
cerahnya hari ini
Dibalik
hutan ampupu disitulah tujuanku
Kolam
besar dihuni ribuan ikan
Mujair,
lele, karper,tawes
Semuanya
menungguku
Umpan
kupasang pancing kulempar
Satu
menit, dua menit, tiga menit..
Kutunggu
umpanku dimakan ikan
Sreeet…sreeet..
pancingku ditarik ikan
Pelan-pelan
kuangkat pancingku..
Hore,,,
ikan mujair besar tersangkut dipancingku
Kulepasakan
ikannya simpan dalam ember
Umpan
kupasang pancing kulempar lagi..
Tunggu
ku tunggu pancingnya tak bergerak
sUdah
dua jam tak satu pun ikan kudapatkan lagi
keroncongan
perutku memaksaku harus pulang
tak
apalah asal dapat satu…
karya:
medes spirgen
Meminjam waktu
Goresan-goresan
pena kala itu
Manancap
kuat dibenakku
Membangkitkan
kenangan biru
Bersama
wajah-wajah lesu
Diantara
pekatnya malam kelabu
Mencoba
menghitung debu
Kuingin
meminjam waktu
Mengulang
kembali yang telah berlalu
Dengan
melodi yang baru
menciptakan
lagu merdu
mengobati
kelamnya kalbu
jiwa-
jiwa yang tersedu
Andai
kudapatkan waktu itu
Ingin
ku tuliskan cerita cinta
Yang
terhilang ditelan senja
Ingin
ku nyanyikan lagu rindu
Yang
tertambat di kebisuan malam
Ingin
ku teriakan pekik merdeka
Yang
terhalang keengganan langkah
Kuingin
meminjam waktu
Dan
akan kuulang hari itu…
Karya:
Edward Spirgen
Untuk Dia yang
kucinta
Saat embun membasahi
tanganku
Kurasakan hadirmu
bersama mentari
Menyapa bumi
menghangatkan kalbu
Menguatkanku
Untuk melangkah jauh meraih cita bersama Tuhan
Untukmu yang kucinta
Bersama angin ingin
ku ucapkan kata rindu
Yang mungkin akan kau
buang bersama petang
Kata yangn telah kau
dapatkan
Dari dia yang telah
menjadi belahan jiwamu
Untukmu yang kucinta
Aku hanya ingin kau
tahu
Selama bumi masih
berputar
Kaulah orang yang
membuatku tetap semangat
Mengucapkan salam
perjuangan
Salam yang pernah
kita pekikan
Di atas karpet merah
Bersama nada- nada
piano
Sore itu
Untukmu yang kucinta
Aku ingin kau tahu
Bahwa
Aku bahagia
Sangat bahagia
Saat kau tersenyum
Ya,,,
Tersenyum bersama dia
Cinta
Cinta itu indah
Seperti senyuman
anak- anak yang mendapatkan hadiah ulang
tahun malam tadi
Cinta itu sakit
Lebih sakit dari
daging yang tertancap panah perang tahun lalu
Cinta itu Keputusan
Mengorbankan diri
sendiri untuk melihatnya tersenyum bahagia
Cinta itu gila
Banyak yang rela mati
karena cinta
Cinta itu buta, kata
orang
Namun aku tak percaya
Cinta itu anugerah
terindah
Ya… benar Karena
Tuhan mencintai kita
Kawan, cinta dapat membangkitkanmu,
membunuhmu, melukaimu dan menghidupkanmu
Raihlah
cinta!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar