Jumat, 14 Oktober 2011


MODUL VI
VITAMIN UNTUK TERNAK NON RUMINANSIA


I.  Pendahuluan
Topik :  Vitamin Untuk Ternak Non Ruminansia
Deskripsi Singkat Topik :
  Vitamin adalah bahan organik yang essensial dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk  kesehatan, pertumbuhan, reproduksi dan kebutuhan pokok beberapa spesies ternak yang harus ada dalam makanannya, karena tidak cukup disintesis oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan, atau tidak disintesis sama sekali dalam tubuh.  Di dalam modul VI ini diuraikan mengenai jenis-jenis vitamin yang essensial bagi ternak non ruminansia yang larut dalam air dan yang larut dalam lemak, fungsi dari vitamin-vitamin tersebut bagi tubuh ternak non ruminansia dan defisiensi vitamin dengan akibat yang ditimbulkannya apabila terjadi defisiensi tersebut dan metabolisme di dalam tubuh ternak non ruminansia.    
Manfaat / Relevansi :
Dengan mempelajari modul ini , mahasiswa diharapkan memahami pentingnya zat makanan vitamin bagi kehidupan ternak non ruminansia sehingga di dalam pembuatan formula ransum dan penerapannya di dalam penyediaan pakan bagi ternak selalu dan harus memperhatikan kecukupan daripada vitamin ini.
Kompetensi Khusus :
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu :
a)    Menyebutkan vitamin-vitamin yang dibutuhkan ternak non ruminansia, yang larut dalam lemak dan air
b)   Menjelaskan masing-masing fungsi dari vitamin
c)   Menjelaskan defisiensi dan toksisitas vitamin pada ternak non ruminansia
d)   Menjelaskan metabolisme vitamin dalam tubuh ternak non ruminansia



Uraian Bahasan :
a)    Vitamin yang larut dalam lemak (fungsi, defisiensi, toksisitas dan metabolisme)
b)   Vitamin yang larut dalam air (fungsi, defisiensi, toksisitas dan metabolisme)

II.  Uraian Materi
2.1.    Vitamin yang Larut dalam Lemak
Telah dikenal ada 18 vitamin yang dibutuhkan manusia dan ternak, yaitu 4 vitamin yang larut dalam lemak dan 14 vitamin larut dalam air. Dan ada tambahan 7 yang mirip dengan vitamin dan kerjanyapun mirip kerja vitamin tapi belum dipastikan berfaat bagi ternak.
Vitamin yang larut dalam lemak adalah :
Vitamin A
Paling penting diantara semua vitamin.  Vitamin A dibutuhkan oleh semua ternak termasuk babi dan kuda.  Vitamin A adalah merupakan produk metabolisme dalam tubuh ternak, terjadi dalam tubuh semua ternak mamalia, unggas dan ikan dan tidak terdapat dalam tumbuhan.  Yang ada dalam tumbuhan adalah precursor vitamin A yang disebut dengan karotin atau sering disebut sebagai senyawa provitamin A.  Dan tubuh ternak dapat merubah provitamin A ini menjadi vitamin A.  Fungsi karotin atau provitamin A adalah :
-          Pelindung sel dari kerusakan akibat photodynamic
-          Pelengkap pigmen dalam proses photosyntesis
Jadi sumber utama Vitamin adalah karotin yang diproduksi oleh tumbuhan, yang banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak adalah jagung kuning yang kaya akan karotin.  Ada beberapa bentuk vitamin A yang masing-masing mempunyai aktivitas, yang terpenting adalah bentuk retinol dan dehydroretinol.  Retinol terdapat banyak dalam minyak ikan kaut, hati, mentega, susu dan kuning telur, aktif biologis dalam alkohol, aldehid dan asam.  Dehydroretinol banyak terdapat dalam ikan air tawar, dan burung pemakan ikan tawar dan kegunaannya lebih sempit daripada retinol. Babi dan kuda harus diberikan pakan yang mengandung vitamin A yang cukup untuk kebutuhannya.  Untuk ternak babi jagung kuning, biji-bijian lainnya cukup mengandung vitamin A.  Ternak kuda hijauan (pastora) yang baik merupakan sumber karotin (prkursor vit A) yang baik akan diubah menjadi vitamin A yang aktif oleh kuda.  Karotin sulit disimpan karena cepat hilang oleh cahaya, oksigen ataupun kelembaban udara.  Hijauan yang tua akibat proses pengeringan dan penyimpanan yang kurang baik, mempunyai kadar karotin yang rendah.
            Fungsi Vitamin A; vitamin A mempunyai beberapa fungsi antara lain :
a)    Mencegah buta senja
b)   Mencegah xeropthalmia,  suatu kondisi mata yang dapat menjurus kebutaan dalam defisiensi vitamin A yang ekstrim
c)   Essensial untuk pertumbuhan badan
d)   Penting untuk pertumbuhan tulang dan geligi
e)   Membantu memelihara sel epitil jaringan kulit, corong hidung, tenggorokan, sistem pernafasan dan pencernaan, corong genitourin  , kesehatan dan bebas dari infeksi.
f)    Informasi mutakhir memberi kesan bahwa vitamin A dapat berperan sebagai koenzim pada sintesis glikoprotein dan berfungsi seperti hormon steroid yaitu sebagai peran dalam inti sel yang menjuruskan diferensiasi sel
g)   Penting untuk pembentukan thyroxin dan pencegahan penyakit kelenjar gondok, sintesis protein, dan sintesis glikogen yang normal.
Defisiensi vitamin A; Apabila terjadi kekurangan vitamin A yang dalam tubuh ternak secara umum pada ternak non ruminansia dapat menyebabkan :
a.       Kekerdilan bila terjadi pada umur muda atau pertumbuhan lambat
b.      Pertumbuhan tulang lambat, abnormal dan paralisis, geligi tidak baik, email gigi abnormal, berlubang dan membusuk
c.       Kulit kasar, kering dan bersisik, abses meningkat pada telinga, mulut dan kelenjar ludah, diare meningkat, dan perbatuan pada kantong kemih dan ginjal.
d.      Kelainan reproduksi, menurunkan konsepsi (kesuburan), pertumbuhan embrio abnormal, kerusakan plasenta dan kerusakan fetus
e.       Menurunkan kemampuan menghasilkan air susu

Toksisitas vitamin A;  kelebihan vitamin A ditandai dengan :
1.      Hilangnya nafsu makan
2.      Rambut rontok
3.      Mudah terangsang
4.      Kulit kering terkelupas dan merasakan gatal
5.      Tulang panjang membengkak
6.      Disre
7.      Mual
8.      Hati dan limpa membengkak
Vitamin A banyak terdapat dalam bahan-makanan banyak karotin seperti wortel, jagung kuning, rumput dan leguminosa.segar atau kering namun umur hijauan < 1 tahun, silase, susu, kacang-kacangan, labu dan ubi jalar.
Metabolisme Vitamin A; di dalam  lambung hampir tidak ada penyerapan vitamin A.  Di dalam usus halus vitamin A dan ß-karotin diemulsikan oleh garam-garam empedu dan selanjutnya diserap oleh dinding usus halus.  Di dalam dinding usus halus kebanyakan ß-karotin dirubah menjadi vitamin A (retinol).  Kemampuan ternak dalam merubah ß-karotin menjadi vitamin A sangat bervariasi.  Penyerapan dipengaruhi faktor aktivitas dan produktivitas daripada getah empedu dan dipengaruhi juga oleh adanya zat anti-oksidan.  Getah empedu membantu emulsi fiksasi, harus diserap bersama lemak.  Adanya atioksidan seperti ά-tokoferol dan lesitin dapat menurunkan oksidasi karotin, sehingga ketersediaan vitamin A menurun.  Sedangkan apabila terdapat cukup protein dalam pakan yang ada dalam usus akan memperbaiki konversi karotin menjadi vitamin A.  Penyerapan vitamin A juga dipengaruhi oleh terdapatnya minyak mineral atau pun parasit yang ada dalam saluran usus.  Di dalam darah vitamin A diangkut dengan protein pengikat-retinol, sedang karotenoid bergandeng dengan protein pengikat-lipida.  Penyimpanan vitamin A terbanyak adalah hati, namun sedikit dalam paru-paru, ginjal dan lemak tubuh.  Dari hati vitamin A masuk dalam aliran darah dalam bentuk alkohol bebas yang selanjutnya diangkut ke jaringan tubuh untuk digunakan.

Vitamin D
            Vitamin D murni warnanya putih, berkristal, bahan tak berbau, dan dapat larut dalam lemak ataupun pelarut lemak seperti eter, chloroform, aseton dan alkohol.  Vitamin D tidak dapat larut dalam air.  Vitamin D tahan panas, oksidasi, asam dan alkali.  Meskipun precursor vitamin D diaktifkan oleh sinar ultraviolet, penyinaran yang berlebih dapat menyebabkan terbentuknya senyawa yang sedikit toksik yang tidak memiliki aktivitas antirakhitis. 

            Fungsi vitamin D; Vitamin D mempunyai fungsi pada ternak secara umum :
  1. Membantu penggunaan kalsium dan posfor (dalam penyerapan dan metabolisme), mengatur imbangan  Ca dan P dalam pembentukan tulang
  2. Menunjang pertumbuhan dan mineralisasi tulang, termasuk tulang fetus
  3. Menunjang kebaikan geligi
  4. Mempertahankan level asam sitrat yang normal dalam darah
  5. Mencegah hilangnya asam-asam amino melalui ginjal
  6. Berfungsi sebagai hormone dalam bentuk senyawa aktif vitamin D

Defisiensi vitamin D; kekurangan vitamin D ditandai dengan :
  1. Penyerapan Ca dan P dalan saluran pencernaan menurun
  2. Kadar P dalam darah menurun
  3. Rakhitis pada ternak muda, yang ditandai dengan pembengkakan persendian, kaki pengkor dan tulang rusuk berbenjol-benjol
  4. Osteomalasia  pada yang dewasa, yang ditandai tulang rapur bergeser dari kedudukan asli dan mudah retak.
  5. Kekejangan (tetany) ditandai, otot kejang, konvulsi dan rendah kalsium dalam serum darah
  6. Ossifikasi (pertulangan) tulang rawan, osteoid dan jaringan sementoid terhalang    
Toksisitas vitamin D; kelebihan vitamin D dapat menyebabkan hypercalsemia (penyerapan kalsium di dalam usus tinggi menyebabkan level calsium dalam darah tinggi) yang dicirikan oleh nafsu makan rendah, sering haus, mual, mudah terangsang,, lemah, konstipasi dan menderita diare, pertumbuhan terbelakang dan pada ternak dewasa pertumbuhan menurun, kerusakan ginjal.
            Sumber vitamin D bagi ternak yang paling murah adalah sinar ultraviolet surya.  Prekursor vitamin D2 yakni ergosterol terdapat dalam berbagai macam hijauan.  Butiran dan hasil ikutannya umumnya mengandung rendah vitamin D.  Bahan makanan yang kaya akan vitamin D adalah telur, minyak ikan, dan susu, vitamin sintetis. Untuk kuda, hijauan yang dikeringkan dengan sinar matahari nerupakan sumber vitamin D yang praktis dan alamiah.

Vitamin E
            Vitamin E, essensial bagi hewan tingkat tinggi, termasuk ternak non ruminansia.    Delapan tokoferol dan tokotrienols      yang telah diidentifikasi memiliki aktivitas vitamin E secara kolektif dinamakan vitamin E, ά-thochoferol, memiliki aktivitas vitamin E paling tinggi.  Tocoferol yang lain-lain mempunyai aktivitas biologis berkisar antara 1-50% dari ά-tochoferol.  Semua tocoferol dan tocotrienol berwarna kuning cerah, berupa inyak kental.  Larut dalam alcohol dan  pelarut lemak , tetapi tidak larut dalam air.  Semua vitamin E stabil terhadap asam dan panas , tetapi akan rusak apabila  diekspos keoksigen
            Fungsi vitamin E; vitamin E mempunyai fungsi antara lain :
  1. Sebagai suatu antioksidan yang memperlambat proses ketengikan pada bahan pakan sumber lemak tumbuhan dan juga dalam corong pencernaan makanan ternak.  Fungsi antioksidan juga dapat melindungi sel-sel tubuh terhadap zat-zat toksik yang terbentuk dari oksidasi asam lemak tak jenuh
  2. Sebagai suatu faktor essensial untuk integritas sel-sel darah merah
  3. Sebagai suatu zat yang essensial untuk pernafasan sel terutama untuk otot jantung dan jaringan otot
  4. Sebagai suatu pengatur di dalam sintesis DNA, vitamin C dan koenzim
  5. Bersama-sama selenium melindungi sel dari kerusakan peroksidasi
Hubungan selenium dengan vitamin E, selenium (Se) mencegah exudative diathesis, nekrosis hati yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin E.  Vitamin E hadir di komponen dinding sel dan mencegah pembentukan radikal bebas, sedangkan selenium berfungsi melalui sitoplasma merusak peroksida.  Hal ini menjelaskan bahwa selenium dapat memperbaiki sebagian gejala defisiensi vitamin E dan bukan unsur lain.
            Defisiensi vitamin E; simton (gejala) defisiensi vitamin E telah ditunjukkan pada ternak, dan sangat bervariasi diantara spesies ternak.  Walaupun jarang terjadi kekurangan vitamin E pada kuda dan babi apabila diberikan pakan yang normal, namun dalam kondisi tertentu seperti ternak dalam keadaan stress, atau kondisi pengolahan/penyimpanan makanan yang memungkinkan vitamin E rusak, maka penambahan vitamin E mungkin harus dipertimbangkan oleh peternak.  Defisiensi vitamin E sering menunjukkan simton sebagai berikut:
  1. Mengganggu fungsi normal jaringan otot; ini dapat dicegah dengan pemberian vitamin E atau Se.
  2. Menjaga kesuburan, kegagalan reproduksi jantan dan betina
  3. Menyebabkan exudative dathesis (kapiler bocor, merembes), protein darah hilang
  4. Perkembangan fetus terganggu
  5. Steatitis atau lemak kuning
  6. Nekrosis hati
  7. Degenerasi ginjal
Toksisitas vitamin E;  vitamin E tidak menyebabkan toksisitas, karena apabila berlebihan  diberikan, maka akan diekskresikan lewat feses.
Vitamin  E banyak terdapat dalam tepung daun alfafa, jelai dan hasil ikutannya, kecambah biji-bijian sebangsa padi-padian, dedak serta hijauan lainnya.

Vitamin K
            Ada dua bentuk alamiah vitamin K, yakni vitamin K1 (phylloquinnone atau phytyl-menaquinone) yang hanya terdapat dalam tumbuhan hijau , dan K2 (menaquinone  atau multiprenyl-menaquinone) yang disintesis oleh pelbagai mokroorganisme, termasuk bakteri dalam saluran pencernaan.  Senyawa sintetis telah tersedia yang memiliki aktivitas vitamin K dan diantaranya yang paling baik adalah menadione (2-methyl, 1,4-naphthoquinone), tadinya disebut K3.  Menadione yang diubah menjadi vitamin K2 dalam tubuh adalah 2-3 kali sepotensi K1 dan K2. 

            Fungsi vitamin K ; vitamin K yang ada di alam adalah minyak yang berwarna kuning, dan yang sintetis berbentuk kristal kuning.  Semua vitamin K tahan terhadap panas dan lembab, namun rusak akibat ekspos ke asam alkali, bahan pengoksidasi dan sinar, terutama sinar ultraviolet.  Vitamin K adalah essensial untuk pembentukan prothrombin di dalam hati dan faktor-faktor pembeku darah yang lain, sehingga dikenal sebagai vitamin anti-hemorhagi.  Jadi vitamin K, mengontrol pembekuan darah. Vitamin K ikut ambil bagian dalam mengubah prekursor protein menjadi faktor aktif pembeku darah.  Kuda dapat mensintesis vitamin K di dalam saluran pencernaannya dengan pertolongan mikroorganisme dan diserap dengan baik di daerah / segmen dimana vitamin tersebut dibuat, dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis dari pada kuda tersebut.   
            Defisiensi vitamin K; bila terjadi kekurangan vitamin K dalam tubuh ternak akan menghambat pembekuan darah, akan terjadi perdarahan dan kematian pada kasus yang parah.  Defisiensi Vitamin K yang akut biasanya ditolong dengan preparat menadion100-400 mg/24 jam pada kuda, tergantung bobot dan umur kuda dan beratnya perlukaan.
            Toksisitas vitamin K; bentuk K1 dan K2 alamiah tidak mengakibatkan toksisitas meskipun diberikan dalam jumlah banyak.  Namun menadion (vit K3) sintetis dan derivatnya terbukti bersifat toksik apabila berlebihan.
            Bahan pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain: hijauan segar (sumber alami).  Pakan yang normal yang diberikan ternak umumnya cukup mengandung vitamin K.  Dan semua ternak dapat mensintesis vitamin K di dalam tubuhnya.  Sumber pakan yang kaya akan vitamin K adalah alfalfa, jelai, jagung, tepung ikan, hijauan kering, hijauan segar, gandum terigu, kacang-kacangan termasuk kacang kedele.
            Metabolisme vitamin K; vitamin K1 masuk dalam tubuh dalam makanan, vitamin K2 disintesis di dalam usus dan menadion (K3) diperoleh dari suplemen vitamin.  K2 disintesis dalam usus dan kolon oleh bakteri biasa dan biasanya dapat mencukupi kebutuhan ternak, terutama hewan mamalia.  Akan tetapi ternak unggas usunya pendek dan mikroorganisme terbatas sehingga unggas membutuhkan sumber vitamin K yang cukup.  Namun hanya sebagian vitamin K di kolon yang diserap.  Karena vitamin K1 dan K2 alamiah larut dalam lemak, maka sebelum dapat diserap diemulsikan terlebih dahulu oleh empedu dan getah pankreas dalam usus halus untuk kemudian diserap.  Penyerapan terjadi dibagian awal usus halus.  Berbeda dengan vitamin K sintetis, karena dapat larut dalam air sehingga lebih mudah diserap.  Umumnya 7-10% vitamin K diserap.dalam usus, namun tidak diketahui dengan pasti berapa vitamin K yang diserap di dalam usus besar, karena bentuk sel epitil dindingnya berbeda dengan usus halus (tidak ada vili-vili).  Setelah diserap vitamin K masuk ke sistem limfa.  Selanjtnya dibawa masuk ke dalam pembuluh portal dan disebarkan ke aliran darah.  Di dalam darah ia terikat dengan ß-lipoprotein dan diangkut ke hati dan pelbagai jaringan tubuh.  Menadion harus diubah dulu ke vitamin K2 agar menjadi aktif biologis.  Vitamin K sedikit disimpan, hanya dalam jumlah sedang disimpan dalam hati, dan sangat sedikit dalam kulit dan otot.  Sedangkan vitamin K yang lebih akan diekskresikan melalui feses dan urin.

2.2.          Vitamin yang Larut dalam Air
Vitamin B-kompleks terdiri dari 11 vitamin yang semuanya larut dalam air, tahan panas (kecuali asam pantotenat dan bentuk garamnya yaitu kalsium pantotenat), sensitif terhadap cahaya, banyak diantaranya yang mudah teroksidasi.  Vitamin-vitamin B-kompleks tersebut adalah : B1, B2, B6, niasin, B12, biotin, asam para amino benzoat, inositol, asam folat, asam pantotenat dan kholin.
Kebutuhan vitamin B-kompleks meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi.  Telah diketahui dengan adanya mikroorganisme dalam usus besar (sekum dan kolon), maka dapat mensintesis beberapa vitamin B di daerah tersebut, namun tidak diketahui dengan pasti berapa banyak dapat dimanfaatkan oleh ternak yang bersangkutan.  Sehingga perlu diperhatikan dalam pemberian ransum ternak non ruminansia harus diperhatikan kecukupan dari vitamin B-kompleks tersebut.  

Vitamin B1 (thiamin)
            Thiamin (B1) disebut juga vitamin antiberiberi, antineuritis, antipolineuritis.  Vitamin ini ditemukan pertama kali dalam bentuk murni.  Thiamin dibutuhkan oleh semua spesies ternak (termasuk kuda dan babi).  Thiamin sintetis lazim dipasarkan sebagai tiamin hidroklorida, yang lebih stabil dari vitamin bebas.   Bentuknya kristal putih dengan sedikit berbau ragi dan rasanya seperti kacang asin.
Fungsi Thiamin (vitamin B1); thiamin mempunyai beberapa fungsi yang telah diketahui pada saat ini adalah antara lain:
  1. Sebagai koenzim dalam metabolisme energi, tanpa thiamin tidak akan ada energi.  Sebagai suatu koenzim dalam pengubahan glukosa menjadi lemak, suatu proses yang disebut dengan transketolasi (keto-carrying).
  2. Berfungsi pada syaraf perifer; dalam hal ini ia berfungsi menyembuhkan beriberi
  3. Fungsi tak langsung dalam tubuh, termasuk mempertahankan selera atau nafsu makan yang normal, tonus otot dan sikap mental yang sehat
Defisiensi Thiamin (B1); kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan nafsu makan menurun (anorexia), bobot badan menurun, gangguan kardiovasculer, temperatur tubuh menurun. Pada kuda defisiensi thiamin sering dijumpai, apabila mengkonsumsi hijauan / hay atau biji-bijian berkualitas rendah.
Toksisitas vitamin B1; sampai saat ini belum diketahui dapat menyebabkan toksik bila kelebihan. Sumber pakan yang kaya thiamin adalah ragi kecambah jelai, biji atau bungkil kapas, larutan penyulingan alkohol, larutan ikan, bungkil kacang tanah, dedak, biji dan bungkil kedele dan biji bunga matahari.
Metabolisme thiamin; thiamin yang dimakan dari makanan bermanfaat dalam bentuk bebas, atau bentuk terikat seperti thiamin firofosfat (thiamin difosfat), atau dalam bentuk protein-fosfat kompleks.  Bentuk yang terikat akan dipecah dalam saluran pencernaan yang kemudian diserap terutama dalam bagian usus halus bagian depan yang bereaksi asam.  Setelah diserap, thiamin diangkut ke dalam hati dan di sana difosforilasi oleh pekerjaan ATP untuk membentuk koenzim thiamin-difosfat.
Thiamin adalah vitamin yang paling sedikit disimpan didalam tubuh.  Jika makanan defisien, jaringan akan dikuras kandungan vitaminnya dalam 1 hingga 2 minggu, sehingga pasokan baru dibutuhkan untuk mempertahankan level dalam jaringan.  Jaringan hanya mengikat thiamin sebanyak yang dibutuhkan, sehingga bila dalam waktu cepat membutuhkan jumlah thiamin besar perlu dipasok dengan cepat pula.  Karena tidak bisa disimpan, maka bila kelebihan thiamin akan langsung diekskresikan melalui urin karena larut dalam air.
Pada kuda, thiamin dapat disintesis dalam sekum dan sedikitnya 25% dari thiamin tersebut diserap disana.
           
Vitamin B2 (Ribiflavin) / Vitamin G / Laktoflavin
Berbentuk kristal halus kuning-jingga, rasa pahit dan tidak berbau.  Dalam larutan memberi warna fluoresens kuning-kehijauan.  Ia sedikit larut dalam air, stabil terhadap panas, dalam larutan netral ataupun asam, namun ia dapat dirusak oleh larutan alkalis panas.  Mudah rusak oleh sinar, terutama ultraviolet.  Dengan sifat-sifat yang dimilikinya maka riboflavin sangat sedikit yang rusak dalam makanan yang diproses.
            Fungsi riboflavin; riboflavin berfungsi sebagai bagian dari sekelompok enzim yang disebut flavoprotein.  Flavin mononucleotide (FMN) dan flavin adenine denuclotide (FAD) berperan pada bagian-bagian reaksi vital dalam metabolisme rantai pernafasan seluler. FMN dan FAD berfungsi sebagai koenzim dalam sejumlah system flavoprotein yang berlainan.
            Defisiensi riboflavin; kekurangan riboflavin menyebabkan pertumbuhan terlambat , buta senja, salviasi pada kuda, kegagalan reproduksi pada induk babi, anemia, pertumbuhan lambat diare gundul sekitar mata dan tungkai belakang abnormal pada babi muda.  Toksisitas riboflavin belum terbukti diketahui sampai kini.
            Metabolisme riboflavin; riboflavin diserap dalam usus halus pada bagian depan secara difusi pasif, yang mengontrol banyak vitamin yang disedot oleh sel-sel mukosa usus.  Vitamin yang disedot kemudian difosforilasi di dalam dinding usus dan diangkut oleh darah ke jaringan tubuh dan disana ia dapat sebagao fosfat atau sebagai flavoprotein..
            Tubuh terbatas menyimpan riboflavin, namun tingkat konsentrasi yang lebih tinggi terdapat dalam hati dan ginjal dibandingkan dengan jaringan-jaringan lain.  Oleh sebab itu harus disediakan riboflavin dari makanan untuk kebutuhan setiap harinya.  Ekskresi riboflavin yang sisa metabolisme melalui urin.

Niasin (nicotinic acid, nicotinamid)
            Dalam tubuh vitamin ini aktif dalam bentuk NAD (nicotinamide adenine dinucleotide) dan NADP (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate) yang berfungsi sebagai koenzim, sering berpasangan dengan koenzim thiamin dan riboflavin untuk memproduksi energi dalam sel-sel, tepat sewaktu dibutuhkan dan sebanyak yang diperlukan.
            Fungsi Niasin; jadi fungsi utama niasin adalah sebagai komponen dari 2 koenzim penting dalam tubuh yaitu NAD dan NADP.  Kedua koenzim ini bertugas dalam pelbagai sistem enzimatis pokok yang sangat penting untuk pernafasan sel.  Kedua koenzim ini berperan melepaskan energi dari karbohidrat, lemak dan protein.  Tugasnya dalam sistem oksidasi-reduksi biologis didasarkan atas keampuhannya bertindak sebagai bahan pertransfer hidrogen.  Niasin juga berfungsi dalam sintesis asam lemak, protein dan DNA.  Niasin berfungsi pula dalam pertumbuhan dan menekan level kholestrol darah.
            Defisiensi niasin; pertumbuhan lambat dan nafsu makan rendah dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a)    Babi memperlihatkan diare, muntah-muntah, dermatitis, dan luka-luka usus
b)   Pada ayam bulu jelek, lingkar mata bulunya gugur
c)   Kuda yang diberi makan kurang triptofan menyebabkan defisiensi niasin, mengganggu pertumbuhan
Toksisitas niasin; kelebihan niasin dalam tubuh dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah, kulit menjadi merah, perih kerusakan hati, glukosa darah meningkat, enzim-enzim darah meningkat atau menjadi tukak lambung.
Sumber niasin ; gluten jagung, sisa penyulingan butiran, larutan penyulingan butiran, tepung ikan, hijauan (muda, kering), dedak, shorgum, gandum.
Metabolisme niasin; niasin diserap dengan mudah pada usus halus dan masuk ke dalam aliran darah portal dan dibawa ke hati.  Di dalam hati diubah menjadi koenzim NAD, dan sebagian NAD disintesis juga dari triptofan di dalam hati.  NAD yang terbentuk di dalam hati kemudia dipecah dan menghasilkan nikotinamida yang dilepas masuk ke dalam aliran darah.
Hanya sedikit niasin yang disimpan di dalam tubuh, niasin yang berlebihan dikskresikan melalui urin. 

Asam Pantotenat
            Essensial untuk semua ternak.  Asam pantotenat terdiri dari asam pantoat dan asam amino alanin. 
            Fungsi asam pantotenat; fungsi vitamin ini adalah sebagai komponen 2 enzim koenzim A (Co-A) dan acyl carrier protein (ACP).  CO-A adalah salah satu bahan yang terpenting untuk metabolisme dalam tubuh.  Asam pantotenat menyatu dalam molekul Co-A.  Fungsi Co-A dalam raksi-reaksi penting berikut :
1)    Proses metabolis yang memecah karbohidrat, lemak dan protein dan melepaskan  energi
2)   Membentuk asetilkholin, suatu bahan yang penting untuk meneruskan impuls saraf
3)   Sintesis porfirin, prekursor heme yang penting untuk sintesis hemoglobin
4)   Sintesis kolesterol dan sterol-sterol lain
5)   Hormon-hormon steroid terbentuk oleh kelenjar-kelenjar seks dan adrenal
6)   Mempertahankan level gula darah normal dan pembentukan antibodi

Defisiensi asam pantotenat;  kekurangan asam pantotenat, akan menunjukkan pertumbuhan yang lambat, rambut rontuk dan enteritis pada semua ternak.  Kelebihan asam pantotenat relative tidak toksik , karena bila berlebih akan diekskresikan dengan mudah
Sumber asam pantotenat adalah daun alfalfa, molasses, keju, larutan ikan, hati, susu, bungkil kacang tanah, dedak.  Sumber suplementasi; kalsium pantotenat sintetisi, lunteh beras dan ragi.
Metabolisme Asam pantotenat;  asam pantotenat diserap dalam usus halus  dan masuk ke dalam sirkulasi portal darah yang kemudian sebagian besar digunakan untuk pembentukan / sintesis Co-A, dan sebagian kecil untuk pembentukan ACP.  Asam pantotenat terdapat di semua jaringan hidup dan konsentrasi tertinggi terdapat dalam hati dan ginjal, yang paling rendah terdapat dalam kelenjar adrenal.  Ekskresi pantotenat diekskresi melalui ginjal..

Biotin
            Merupakan vitamin B yang mengandung sulfur, larut dalam air.  Essensial bagi kesehatan ternak. Tidak berwarna, tidak berbau dan berbentuk kristal.  Mudah larut dalam air hangat dan sedikit larut dalam air dingin, dan stabil terhadap panas.  Mudah dirusak oleh asam dan alkali keras serta bahan pengoksidasi.
            Fungsi biotin; vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.  Fungsinya sebagai suatu koenzim terutama dalam dekarboksilasi, karboksilasi dan deaminasi. 
            Defisiensi biotin;  pada babi defisiensi biotin menunjukkan kekakuan pada kaki belakang, kuku retak-retak dan dermatitis.  Menurunkan efisiensi penggunaan pakan.  Pada kuda paralisis kaki belakang.
            Metabolisme biotin; biotin diserap terutama bagian depan usus halus.  Penyerapan dapat terhambat apabila ada avidin (merupakan protein yang terdapat dalam putih telur mentah).  Namun apabila putih telur dipanaskan avidin menjadi inaktf sehingga tidak menghambat penyerapan biotin.  Sering terjadi biotin yang diekskresi melalui feses dan urin lebih besar daripada yang terdapat dalam makanan .  Karena sejumlah besar biotin dapat disintesis dalam dinding usus halus yang kemungkinan lambat diserap kembali ke aliran darah.  Setelah diserap, biotin masuk dalam sirkulasi portal.  Biotin disimpan terutama dalam hati dan ginjal, meskipun semua sel jaringan mengandung biotin.

Asam Folat / Folasin
            Asam folat adalah tepung kristal kuning cerah, sedikit larut dalam air, tidak stabil dalam larytan asam, tidak stabil terhadap panas dan agak mudah rusak bila kena sinar.  Di dalam alam terdapat dalam berbagai bentuk, membentuk senyawa folasin Semua bentuk sama aktivitasnya bila diberikan pada hewan tingkat tinggi. 
Fungsi asam folat; penting untuk sintesis asam nuklelat.  Di dalam tubuh asam folat diubah menjadi paling sedikit 5 bentuk enzim aktif, yang bentuk induknya adalah asam tetrahidrofolat.  Koenzim folasin bertanggung jawab dalam reaksi-reaksi metabolisme di dalam sel.
Defisiensi asam folat; anemia megaloblastik pada yang muda, dan anemia mikkrositik pada yang bunting.  Berlebihan tidak menunjukkan toksisitas.
Metabolisme asam folat; penyerapan asam folat bervariasi dari pelbagai makanan, dari 10% - 80%.  Asam folat diserap dengan cara transport aktif dan melalui difusi, terutama di bagian depan usus halus, dan sebagian disepanjang usus halus.  Adanya glukosa, asam askorbat dan beberapa antibiotik mempermudah penyerapannya.  Asam folat terikat dengan protein dan ditransport oleh darah ke hari.  Dari hati ia dimetilasi dan membawanya ke sumsum tulang, sel-sel dan mendewasakan sel-sel darah merah.  Sebagian asam folat diekskresikan bersama empedu mamupun ke dalam urin.  Asam ascorbat, vitamin B12 dan vitamin B6 sangat essensial bagi aktifitas koenzin folasin dalam pelbagai metabolisme.
           
            

Tidak ada komentar: