MODUL VI
VITAMIN UNTUK TERNAK NON RUMINANSIA
I.
Pendahuluan
Topik : Vitamin Untuk Ternak Non Ruminansia
Deskripsi Singkat Topik :
Vitamin adalah bahan organik yang
essensial dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk kesehatan, pertumbuhan,
reproduksi dan kebutuhan pokok beberapa spesies ternak yang harus ada dalam
makanannya, karena tidak cukup disintesis oleh tubuh untuk memenuhi kebutuhan,
atau tidak disintesis sama sekali dalam tubuh.
Di dalam modul VI ini diuraikan mengenai jenis-jenis vitamin yang essensial
bagi ternak non ruminansia yang larut dalam air dan yang larut dalam lemak,
fungsi dari vitamin-vitamin tersebut bagi tubuh ternak non ruminansia dan defisiensi
vitamin dengan akibat yang ditimbulkannya apabila terjadi defisiensi tersebut
dan metabolisme di dalam tubuh ternak non ruminansia.
Manfaat / Relevansi :
Dengan mempelajari modul ini , mahasiswa diharapkan
memahami pentingnya zat makanan vitamin bagi kehidupan ternak non ruminansia
sehingga di dalam pembuatan formula ransum dan penerapannya di dalam penyediaan
pakan bagi ternak selalu dan harus memperhatikan kecukupan daripada vitamin
ini.
Kompetensi Khusus :
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu :
a)
Menyebutkan vitamin-vitamin yang dibutuhkan
ternak non ruminansia, yang larut dalam lemak dan air
b)
Menjelaskan
masing-masing fungsi dari vitamin
c)
Menjelaskan
defisiensi dan toksisitas vitamin pada ternak non ruminansia
d)
Menjelaskan
metabolisme vitamin dalam tubuh ternak non ruminansia
Uraian Bahasan :
a)
Vitamin
yang larut dalam lemak (fungsi, defisiensi, toksisitas dan metabolisme)
b)
Vitamin
yang larut dalam air (fungsi, defisiensi, toksisitas dan metabolisme)
II.
Uraian Materi
2.1. Vitamin yang Larut dalam Lemak
Telah
dikenal ada 18 vitamin yang dibutuhkan manusia dan ternak, yaitu 4 vitamin yang
larut dalam lemak dan 14 vitamin larut dalam air. Dan ada tambahan 7 yang mirip dengan vitamin dan
kerjanyapun mirip kerja vitamin tapi belum dipastikan berfaat bagi ternak.
Vitamin
yang larut dalam lemak adalah :
Vitamin A
Paling
penting diantara semua vitamin. Vitamin
A dibutuhkan oleh semua ternak termasuk babi dan kuda. Vitamin A adalah merupakan produk metabolisme
dalam tubuh ternak, terjadi dalam tubuh semua ternak mamalia, unggas dan ikan
dan tidak terdapat dalam tumbuhan. Yang ada
dalam tumbuhan adalah precursor vitamin A yang disebut dengan karotin atau
sering disebut sebagai senyawa provitamin A.
Dan tubuh ternak dapat merubah provitamin A ini menjadi vitamin A. Fungsi karotin atau provitamin A adalah :
-
Pelindung
sel dari kerusakan akibat photodynamic
-
Pelengkap
pigmen dalam proses photosyntesis
Jadi sumber utama Vitamin adalah karotin yang
diproduksi oleh tumbuhan, yang banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak
adalah jagung kuning yang kaya akan karotin.
Ada beberapa bentuk vitamin A yang masing-masing mempunyai aktivitas,
yang terpenting adalah bentuk retinol dan dehydroretinol. Retinol terdapat banyak dalam minyak ikan
kaut, hati, mentega, susu dan kuning telur, aktif biologis dalam alkohol,
aldehid dan asam. Dehydroretinol banyak
terdapat dalam ikan air tawar, dan burung pemakan ikan tawar dan kegunaannya
lebih sempit daripada retinol. Babi dan kuda harus diberikan pakan yang
mengandung vitamin A yang cukup untuk kebutuhannya. Untuk ternak babi jagung kuning, biji-bijian
lainnya cukup mengandung vitamin A.
Ternak kuda hijauan (pastora) yang baik merupakan sumber karotin
(prkursor vit A) yang baik akan diubah menjadi vitamin A yang aktif oleh
kuda. Karotin sulit disimpan karena
cepat hilang oleh cahaya, oksigen ataupun kelembaban udara. Hijauan yang tua akibat proses pengeringan
dan penyimpanan yang kurang baik, mempunyai kadar karotin yang rendah.
Fungsi Vitamin A; vitamin A mempunyai
beberapa fungsi antara lain :
a)
Mencegah buta senja
b)
Mencegah xeropthalmia,
suatu kondisi mata yang dapat menjurus
kebutaan dalam defisiensi vitamin A yang ekstrim
c)
Essensial
untuk pertumbuhan badan
d)
Penting
untuk pertumbuhan tulang dan geligi
e)
Membantu
memelihara sel epitil jaringan kulit, corong hidung, tenggorokan, sistem
pernafasan dan pencernaan, corong genitourin
, kesehatan dan bebas dari infeksi.
f)
Informasi
mutakhir memberi kesan bahwa vitamin A dapat berperan sebagai koenzim pada
sintesis glikoprotein dan berfungsi seperti hormon steroid yaitu sebagai peran
dalam inti sel yang menjuruskan diferensiasi sel
g)
Penting
untuk pembentukan thyroxin dan pencegahan penyakit kelenjar gondok, sintesis
protein, dan sintesis glikogen yang normal.
Defisiensi vitamin A; Apabila terjadi kekurangan vitamin A yang dalam tubuh ternak secara umum
pada ternak non ruminansia dapat menyebabkan :
a. Kekerdilan bila terjadi pada umur muda
atau pertumbuhan lambat
b. Pertumbuhan tulang lambat, abnormal dan
paralisis, geligi tidak baik, email gigi abnormal, berlubang dan membusuk
c. Kulit kasar, kering dan bersisik, abses meningkat
pada telinga, mulut dan kelenjar ludah, diare meningkat, dan perbatuan pada
kantong kemih dan ginjal.
d. Kelainan reproduksi, menurunkan konsepsi
(kesuburan), pertumbuhan embrio abnormal, kerusakan plasenta dan kerusakan
fetus
e. Menurunkan kemampuan menghasilkan air susu
Toksisitas vitamin A; kelebihan vitamin A ditandai dengan :
1.
Hilangnya
nafsu makan
2.
Rambut
rontok
3.
Mudah
terangsang
4.
Kulit
kering terkelupas dan merasakan gatal
5.
Tulang
panjang membengkak
6.
Disre
7.
Mual
8.
Hati
dan limpa membengkak
Vitamin A banyak terdapat dalam bahan-makanan
banyak karotin seperti wortel, jagung kuning, rumput dan leguminosa.segar atau
kering namun umur hijauan < 1 tahun, silase, susu, kacang-kacangan, labu dan
ubi jalar.
Metabolisme Vitamin A; di dalam lambung hampir tidak ada
penyerapan vitamin A. Di dalam usus
halus vitamin A dan ß-karotin diemulsikan oleh garam-garam empedu dan
selanjutnya diserap oleh dinding usus halus.
Di dalam dinding usus halus kebanyakan ß-karotin dirubah menjadi vitamin
A (retinol). Kemampuan ternak dalam
merubah ß-karotin menjadi vitamin A sangat bervariasi. Penyerapan dipengaruhi faktor aktivitas dan
produktivitas daripada getah empedu dan dipengaruhi juga oleh adanya zat
anti-oksidan. Getah empedu membantu
emulsi fiksasi, harus diserap bersama lemak.
Adanya atioksidan seperti ά-tokoferol dan lesitin dapat menurunkan
oksidasi karotin, sehingga ketersediaan vitamin A menurun. Sedangkan apabila terdapat cukup protein dalam
pakan yang ada dalam usus akan memperbaiki konversi karotin menjadi vitamin
A. Penyerapan vitamin A juga
dipengaruhi oleh terdapatnya minyak mineral atau pun parasit yang ada dalam
saluran usus. Di dalam darah vitamin A diangkut dengan protein
pengikat-retinol, sedang karotenoid bergandeng dengan protein pengikat-lipida. Penyimpanan vitamin A terbanyak adalah
hati, namun sedikit dalam paru-paru, ginjal dan lemak tubuh. Dari hati vitamin A masuk dalam aliran darah
dalam bentuk alkohol bebas yang selanjutnya diangkut ke jaringan tubuh untuk
digunakan.
Vitamin D
Vitamin
D murni warnanya putih, berkristal, bahan tak berbau, dan dapat larut dalam
lemak ataupun pelarut lemak seperti eter, chloroform, aseton dan alkohol. Vitamin D tidak dapat larut dalam air. Vitamin D tahan panas, oksidasi, asam dan
alkali. Meskipun precursor vitamin D
diaktifkan oleh sinar ultraviolet, penyinaran yang berlebih dapat menyebabkan
terbentuknya senyawa yang sedikit toksik yang tidak memiliki aktivitas
antirakhitis.
Fungsi vitamin D; Vitamin D mempunyai fungsi pada ternak
secara umum :
- Membantu
penggunaan kalsium dan posfor (dalam penyerapan dan metabolisme), mengatur
imbangan Ca dan P dalam pembentukan
tulang
- Menunjang
pertumbuhan dan mineralisasi tulang, termasuk tulang fetus
- Menunjang
kebaikan geligi
- Mempertahankan
level asam sitrat yang normal dalam darah
- Mencegah hilangnya asam-asam amino melalui ginjal
- Berfungsi
sebagai hormone dalam bentuk senyawa aktif vitamin D
Defisiensi vitamin D; kekurangan vitamin D ditandai
dengan :
- Penyerapan
Ca dan P dalan saluran pencernaan menurun
- Kadar P
dalam darah menurun
- Rakhitis pada
ternak muda, yang ditandai dengan pembengkakan persendian, kaki pengkor
dan tulang rusuk berbenjol-benjol
- Osteomalasia pada
yang dewasa, yang ditandai tulang rapur bergeser dari kedudukan asli dan
mudah retak.
- Kekejangan
(tetany) ditandai, otot kejang, konvulsi dan rendah kalsium dalam serum
darah
- Ossifikasi
(pertulangan) tulang rawan, osteoid dan jaringan sementoid terhalang
Toksisitas vitamin D; kelebihan vitamin D dapat menyebabkan hypercalsemia (penyerapan kalsium di dalam usus tinggi
menyebabkan level calsium dalam darah tinggi) yang dicirikan oleh nafsu makan
rendah, sering haus, mual, mudah terangsang,, lemah, konstipasi dan menderita
diare, pertumbuhan terbelakang dan pada ternak dewasa pertumbuhan menurun,
kerusakan ginjal.
Sumber
vitamin D bagi ternak yang paling murah adalah sinar ultraviolet surya. Prekursor vitamin D2 yakni ergosterol
terdapat dalam berbagai macam hijauan.
Butiran dan hasil ikutannya umumnya mengandung rendah vitamin D. Bahan makanan yang kaya akan vitamin D adalah
telur, minyak ikan, dan susu, vitamin sintetis. Untuk kuda, hijauan yang
dikeringkan dengan sinar matahari nerupakan sumber vitamin D yang praktis dan
alamiah.
Vitamin E
Vitamin E, essensial bagi hewan tingkat tinggi,
termasuk ternak non ruminansia.
Delapan tokoferol dan tokotrienols yang telah diidentifikasi memiliki aktivitas vitamin E secara
kolektif dinamakan vitamin E, ά-thochoferol,
memiliki aktivitas vitamin E paling tinggi.
Tocoferol yang lain-lain mempunyai aktivitas biologis berkisar antara
1-50% dari ά-tochoferol. Semua
tocoferol dan tocotrienol berwarna kuning cerah, berupa inyak kental. Larut dalam alcohol dan pelarut lemak , tetapi tidak larut dalam
air. Semua vitamin E stabil terhadap asam dan panas , tetapi akan rusak
apabila diekspos keoksigen
Fungsi vitamin E; vitamin E mempunyai
fungsi antara lain :
- Sebagai suatu
antioksidan yang memperlambat proses ketengikan pada bahan pakan sumber
lemak tumbuhan dan juga dalam corong pencernaan makanan ternak. Fungsi antioksidan juga dapat melindungi
sel-sel tubuh terhadap zat-zat toksik yang terbentuk dari oksidasi asam
lemak tak jenuh
- Sebagai
suatu faktor essensial untuk integritas sel-sel darah merah
- Sebagai
suatu zat yang essensial untuk pernafasan sel terutama untuk otot jantung
dan jaringan otot
- Sebagai
suatu pengatur di dalam sintesis DNA, vitamin C dan koenzim
- Bersama-sama
selenium melindungi sel dari kerusakan peroksidasi
Hubungan selenium dengan vitamin E, selenium (Se)
mencegah exudative diathesis, nekrosis
hati yang diakibatkan oleh defisiensi vitamin E. Vitamin E hadir di komponen dinding sel dan
mencegah pembentukan radikal bebas, sedangkan selenium berfungsi melalui
sitoplasma merusak peroksida. Hal ini
menjelaskan bahwa selenium dapat memperbaiki sebagian gejala defisiensi vitamin
E dan bukan unsur lain.
Defisiensi vitamin E; simton (gejala)
defisiensi vitamin E telah ditunjukkan pada ternak, dan sangat bervariasi
diantara spesies ternak. Walaupun jarang
terjadi kekurangan vitamin E pada kuda dan babi apabila diberikan pakan yang
normal, namun dalam kondisi tertentu seperti ternak dalam keadaan stress, atau kondisi
pengolahan/penyimpanan makanan yang memungkinkan vitamin E rusak, maka
penambahan vitamin E mungkin harus dipertimbangkan oleh peternak. Defisiensi vitamin E sering menunjukkan
simton sebagai berikut:
- Mengganggu
fungsi normal jaringan otot; ini dapat dicegah dengan pemberian vitamin E
atau Se.
- Menjaga
kesuburan, kegagalan reproduksi jantan dan betina
- Menyebabkan
exudative
dathesis (kapiler bocor, merembes), protein darah hilang
- Perkembangan
fetus terganggu
- Steatitis atau lemak kuning
- Nekrosis
hati
- Degenerasi
ginjal
Toksisitas vitamin E; vitamin E tidak menyebabkan toksisitas,
karena apabila berlebihan diberikan,
maka akan diekskresikan lewat feses.
Vitamin
E banyak terdapat dalam tepung daun alfafa, jelai dan hasil ikutannya,
kecambah biji-bijian sebangsa padi-padian, dedak serta hijauan lainnya.
Vitamin K
Ada dua bentuk alamiah vitamin K, yakni vitamin K1
(phylloquinnone
atau phytyl-menaquinone)
yang hanya terdapat dalam tumbuhan hijau , dan K2 (menaquinone atau multiprenyl-menaquinone) yang
disintesis oleh pelbagai mokroorganisme, termasuk bakteri dalam saluran
pencernaan. Senyawa sintetis telah
tersedia yang memiliki aktivitas vitamin K dan diantaranya yang paling baik
adalah menadione (2-methyl, 1,4-naphthoquinone), tadinya disebut
K3. Menadione yang diubah menjadi
vitamin K2 dalam tubuh adalah 2-3 kali sepotensi K1 dan K2.
Fungsi vitamin K ; vitamin K yang ada
di alam adalah minyak yang berwarna kuning, dan yang sintetis berbentuk kristal
kuning. Semua vitamin K tahan terhadap
panas dan lembab, namun rusak akibat ekspos ke asam alkali, bahan pengoksidasi
dan sinar, terutama sinar ultraviolet. Vitamin
K adalah essensial untuk pembentukan prothrombin di dalam hati dan
faktor-faktor pembeku darah yang lain, sehingga dikenal sebagai vitamin anti-hemorhagi. Jadi vitamin K, mengontrol pembekuan darah.
Vitamin K ikut ambil bagian dalam mengubah prekursor protein menjadi faktor
aktif pembeku darah. Kuda dapat
mensintesis vitamin K di dalam saluran pencernaannya dengan pertolongan
mikroorganisme dan diserap dengan baik di daerah / segmen dimana vitamin
tersebut dibuat, dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis
dari pada kuda tersebut.
Defisiensi vitamin K; bila terjadi kekurangan
vitamin K dalam tubuh ternak akan menghambat pembekuan darah, akan terjadi
perdarahan dan kematian pada kasus yang parah.
Defisiensi Vitamin K yang akut biasanya ditolong dengan preparat
menadion100-400 mg/24 jam pada kuda, tergantung bobot dan umur kuda dan
beratnya perlukaan.
Toksisitas vitamin K; bentuk K1 dan K2
alamiah tidak mengakibatkan toksisitas meskipun diberikan dalam jumlah
banyak. Namun menadion (vit K3) sintetis
dan derivatnya terbukti bersifat toksik apabila berlebihan.
Bahan
pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain: hijauan segar (sumber
alami). Pakan yang normal yang diberikan
ternak umumnya cukup mengandung vitamin K.
Dan semua ternak dapat mensintesis vitamin K di dalam tubuhnya. Sumber pakan yang kaya akan vitamin K adalah
alfalfa, jelai, jagung, tepung ikan, hijauan kering, hijauan segar, gandum terigu,
kacang-kacangan termasuk kacang kedele.
Metabolisme vitamin K; vitamin K1 masuk
dalam tubuh dalam makanan, vitamin K2 disintesis di dalam usus dan menadion
(K3) diperoleh dari suplemen vitamin. K2
disintesis dalam usus dan kolon oleh bakteri biasa dan biasanya dapat mencukupi
kebutuhan ternak, terutama hewan mamalia.
Akan tetapi ternak unggas usunya pendek dan mikroorganisme terbatas
sehingga unggas membutuhkan sumber vitamin K yang cukup. Namun hanya sebagian vitamin K di kolon yang
diserap. Karena vitamin K1 dan K2
alamiah larut dalam lemak, maka sebelum dapat diserap diemulsikan terlebih
dahulu oleh empedu dan getah pankreas dalam usus halus untuk kemudian
diserap. Penyerapan terjadi dibagian
awal usus halus. Berbeda dengan vitamin
K sintetis, karena dapat larut dalam air sehingga lebih mudah diserap. Umumnya 7-10% vitamin K diserap.dalam usus,
namun tidak diketahui dengan pasti berapa vitamin K yang diserap di dalam usus
besar, karena bentuk sel epitil dindingnya berbeda dengan usus halus (tidak ada
vili-vili). Setelah diserap vitamin K
masuk ke sistem limfa. Selanjtnya dibawa
masuk ke dalam pembuluh portal dan disebarkan ke aliran darah. Di dalam darah ia terikat dengan
ß-lipoprotein dan diangkut ke hati dan pelbagai jaringan tubuh. Menadion harus diubah dulu ke vitamin K2 agar
menjadi aktif biologis. Vitamin K
sedikit disimpan, hanya dalam jumlah sedang disimpan dalam hati, dan sangat
sedikit dalam kulit dan otot. Sedangkan
vitamin K yang lebih akan diekskresikan melalui feses dan urin.
2.2.
Vitamin yang Larut dalam Air
Vitamin B-kompleks terdiri dari 11 vitamin
yang semuanya larut dalam air, tahan panas (kecuali asam pantotenat dan bentuk garamnya yaitu kalsium pantotenat), sensitif terhadap cahaya, banyak diantaranya
yang mudah teroksidasi. Vitamin-vitamin
B-kompleks tersebut adalah : B1, B2, B6, niasin, B12, biotin, asam para amino
benzoat, inositol, asam folat, asam pantotenat dan kholin.
Kebutuhan vitamin B-kompleks meningkat
seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi. Telah diketahui dengan adanya mikroorganisme
dalam usus besar (sekum dan kolon), maka dapat mensintesis beberapa vitamin B
di daerah tersebut, namun tidak diketahui dengan pasti berapa banyak dapat
dimanfaatkan oleh ternak yang bersangkutan.
Sehingga perlu diperhatikan dalam pemberian ransum ternak non
ruminansia harus diperhatikan kecukupan dari vitamin B-kompleks tersebut.
Vitamin B1 (thiamin)
Thiamin
(B1) disebut juga vitamin antiberiberi, antineuritis, antipolineuritis. Vitamin ini ditemukan pertama kali dalam bentuk
murni. Thiamin dibutuhkan oleh semua
spesies ternak (termasuk kuda dan babi).
Thiamin sintetis lazim
dipasarkan sebagai tiamin hidroklorida, yang lebih stabil dari vitamin
bebas. Bentuknya kristal putih dengan
sedikit berbau ragi dan rasanya seperti kacang asin.
Fungsi Thiamin (vitamin B1); thiamin
mempunyai beberapa fungsi yang telah diketahui pada saat ini adalah antara
lain:
- Sebagai
koenzim dalam metabolisme energi, tanpa thiamin tidak akan ada energi. Sebagai suatu koenzim dalam pengubahan glukosa
menjadi lemak, suatu proses yang disebut dengan transketolasi (keto-carrying).
- Berfungsi
pada syaraf perifer; dalam hal ini ia berfungsi menyembuhkan beriberi
- Fungsi tak
langsung dalam tubuh, termasuk mempertahankan selera atau nafsu makan yang
normal, tonus otot dan sikap mental yang sehat
Defisiensi Thiamin (B1); kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan nafsu makan menurun (anorexia), bobot badan menurun, gangguan
kardiovasculer, temperatur tubuh menurun. Pada kuda defisiensi thiamin sering
dijumpai, apabila mengkonsumsi hijauan / hay atau biji-bijian berkualitas
rendah.
Toksisitas vitamin B1; sampai saat ini belum diketahui dapat menyebabkan toksik bila kelebihan. Sumber
pakan yang kaya thiamin adalah ragi kecambah jelai, biji atau bungkil kapas, larutan
penyulingan alkohol, larutan ikan, bungkil kacang tanah, dedak, biji dan
bungkil kedele dan biji bunga matahari.
Metabolisme thiamin; thiamin yang dimakan dari makanan bermanfaat dalam bentuk bebas, atau
bentuk terikat seperti thiamin firofosfat (thiamin
difosfat), atau dalam bentuk protein-fosfat kompleks. Bentuk yang terikat akan dipecah dalam
saluran pencernaan yang kemudian diserap terutama dalam bagian usus halus
bagian depan yang bereaksi asam. Setelah
diserap, thiamin diangkut ke dalam hati dan di sana difosforilasi oleh
pekerjaan ATP untuk membentuk koenzim
thiamin-difosfat.
Thiamin
adalah vitamin yang paling sedikit disimpan didalam tubuh. Jika makanan defisien, jaringan akan dikuras
kandungan vitaminnya dalam 1 hingga 2 minggu, sehingga pasokan baru dibutuhkan
untuk mempertahankan level dalam jaringan.
Jaringan hanya mengikat thiamin sebanyak yang dibutuhkan, sehingga bila
dalam waktu cepat membutuhkan jumlah thiamin besar perlu dipasok dengan cepat
pula. Karena tidak bisa disimpan, maka
bila kelebihan thiamin akan langsung diekskresikan melalui urin karena larut
dalam air.
Pada
kuda, thiamin dapat disintesis dalam sekum dan sedikitnya 25% dari thiamin
tersebut diserap disana.
Vitamin B2 (Ribiflavin) / Vitamin G /
Laktoflavin
Berbentuk kristal halus kuning-jingga,
rasa pahit dan tidak berbau. Dalam
larutan memberi warna fluoresens kuning-kehijauan. Ia sedikit larut dalam air, stabil terhadap
panas, dalam larutan netral ataupun asam, namun ia dapat dirusak oleh larutan
alkalis panas. Mudah rusak oleh sinar,
terutama ultraviolet. Dengan sifat-sifat
yang dimilikinya maka riboflavin sangat sedikit yang rusak dalam makanan yang
diproses.
Fungsi
riboflavin; riboflavin berfungsi sebagai bagian dari sekelompok enzim yang
disebut flavoprotein. Flavin mononucleotide
(FMN) dan flavin adenine denuclotide (FAD) berperan pada bagian-bagian
reaksi vital dalam metabolisme rantai pernafasan seluler. FMN dan FAD berfungsi
sebagai koenzim dalam sejumlah system flavoprotein yang berlainan.
Defisiensi
riboflavin; kekurangan riboflavin menyebabkan pertumbuhan terlambat , buta
senja, salviasi pada kuda, kegagalan reproduksi pada induk babi, anemia,
pertumbuhan lambat diare gundul sekitar mata dan tungkai belakang abnormal pada
babi muda. Toksisitas riboflavin belum
terbukti diketahui sampai kini.
Metabolisme
riboflavin; riboflavin diserap dalam usus halus pada bagian depan secara
difusi pasif, yang mengontrol banyak vitamin yang disedot oleh sel-sel mukosa
usus. Vitamin yang disedot kemudian
difosforilasi di dalam dinding usus dan diangkut oleh darah ke jaringan tubuh
dan disana ia dapat sebagao fosfat atau sebagai flavoprotein..
Tubuh terbatas menyimpan riboflavin,
namun tingkat konsentrasi yang lebih tinggi terdapat dalam hati dan ginjal
dibandingkan dengan jaringan-jaringan lain.
Oleh sebab itu harus disediakan riboflavin dari makanan untuk kebutuhan
setiap harinya. Ekskresi riboflavin yang
sisa metabolisme melalui urin.
Niasin (nicotinic
acid, nicotinamid)
Dalam tubuh vitamin ini aktif dalam
bentuk NAD (nicotinamide adenine
dinucleotide) dan NADP (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate)
yang berfungsi sebagai koenzim, sering berpasangan dengan koenzim thiamin dan
riboflavin untuk memproduksi energi dalam sel-sel, tepat sewaktu dibutuhkan dan
sebanyak yang diperlukan.
Fungsi Niasin; jadi
fungsi utama niasin adalah sebagai komponen dari 2 koenzim penting dalam tubuh
yaitu NAD dan NADP. Kedua koenzim ini
bertugas dalam pelbagai sistem enzimatis pokok yang sangat penting untuk
pernafasan sel. Kedua koenzim ini
berperan melepaskan energi dari karbohidrat, lemak dan protein. Tugasnya dalam sistem oksidasi-reduksi
biologis didasarkan atas keampuhannya bertindak sebagai bahan pertransfer
hidrogen. Niasin juga berfungsi dalam
sintesis asam lemak, protein dan DNA.
Niasin berfungsi pula dalam pertumbuhan dan menekan level kholestrol
darah.
Defisiensi niasin; pertumbuhan lambat
dan nafsu makan rendah dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a)
Babi
memperlihatkan diare, muntah-muntah, dermatitis, dan luka-luka usus
b)
Pada
ayam bulu jelek, lingkar mata bulunya gugur
c)
Kuda
yang diberi makan kurang triptofan menyebabkan defisiensi niasin, mengganggu
pertumbuhan
Toksisitas niasin;
kelebihan niasin dalam tubuh dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah, kulit
menjadi merah, perih kerusakan hati, glukosa darah meningkat, enzim-enzim darah
meningkat atau menjadi tukak lambung.
Sumber niasin ; gluten jagung, sisa
penyulingan butiran, larutan penyulingan butiran, tepung ikan, hijauan (muda,
kering), dedak, shorgum, gandum.
Metabolisme niasin; niasin
diserap dengan mudah pada usus halus dan masuk ke dalam aliran darah portal dan
dibawa ke hati. Di dalam hati diubah
menjadi koenzim NAD, dan sebagian NAD disintesis juga dari triptofan di dalam
hati. NAD yang terbentuk di dalam hati
kemudia dipecah dan menghasilkan nikotinamida yang dilepas masuk ke dalam
aliran darah.
Hanya sedikit niasin yang disimpan di
dalam tubuh, niasin yang berlebihan dikskresikan melalui urin.
Asam Pantotenat
Essensial untuk semua ternak. Asam pantotenat terdiri dari asam pantoat dan
asam amino alanin.
Fungsi
asam pantotenat; fungsi vitamin ini adalah sebagai komponen 2 enzim koenzim
A (Co-A) dan acyl carrier protein (ACP).
CO-A adalah salah satu bahan yang terpenting untuk metabolisme dalam tubuh. Asam pantotenat menyatu dalam molekul
Co-A. Fungsi Co-A dalam raksi-reaksi
penting berikut :
1)
Proses
metabolis yang memecah karbohidrat, lemak dan protein dan melepaskan energi
2)
Membentuk
asetilkholin, suatu bahan yang penting untuk meneruskan impuls saraf
3)
Sintesis
porfirin, prekursor heme yang penting untuk sintesis hemoglobin
4)
Sintesis
kolesterol dan sterol-sterol lain
5)
Hormon-hormon
steroid terbentuk oleh kelenjar-kelenjar seks dan adrenal
6)
Mempertahankan level gula darah normal dan
pembentukan antibodi
Defisiensi asam pantotenat; kekurangan asam pantotenat, akan
menunjukkan pertumbuhan yang lambat, rambut rontuk dan enteritis pada semua
ternak. Kelebihan asam pantotenat relative tidak toksik , karena bila berlebih akan
diekskresikan dengan mudah
Sumber asam pantotenat adalah daun
alfalfa, molasses, keju, larutan ikan, hati, susu, bungkil kacang tanah, dedak. Sumber suplementasi; kalsium pantotenat
sintetisi, lunteh beras dan ragi.
Metabolisme Asam pantotenat; asam pantotenat diserap dalam usus halus dan masuk ke dalam sirkulasi portal darah
yang kemudian sebagian besar digunakan untuk pembentukan / sintesis Co-A, dan
sebagian kecil untuk pembentukan ACP.
Asam pantotenat terdapat di semua jaringan hidup dan konsentrasi
tertinggi terdapat dalam hati dan ginjal, yang paling rendah terdapat dalam
kelenjar adrenal. Ekskresi pantotenat
diekskresi melalui ginjal..
Biotin
Merupakan vitamin B yang mengandung sulfur, larut
dalam air. Essensial bagi kesehatan
ternak. Tidak berwarna, tidak berbau dan berbentuk kristal. Mudah larut dalam air hangat dan
sedikit larut dalam air dingin, dan stabil terhadap panas. Mudah
dirusak oleh asam dan alkali keras serta bahan pengoksidasi.
Fungsi biotin; vitamin ini berperan
penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Fungsinya sebagai suatu koenzim terutama
dalam dekarboksilasi, karboksilasi dan deaminasi.
Defisiensi biotin; pada babi defisiensi biotin menunjukkan
kekakuan pada kaki belakang, kuku retak-retak dan dermatitis. Menurunkan efisiensi penggunaan pakan. Pada kuda paralisis kaki belakang.
Metabolisme biotin; biotin diserap
terutama bagian depan usus halus. Penyerapan dapat terhambat apabila ada avidin
(merupakan protein yang terdapat dalam putih telur mentah). Namun apabila putih telur dipanaskan avidin
menjadi inaktf sehingga tidak menghambat penyerapan biotin. Sering terjadi biotin yang diekskresi melalui
feses dan urin lebih besar daripada yang terdapat dalam makanan . Karena sejumlah besar biotin dapat disintesis
dalam dinding usus halus yang kemungkinan lambat diserap kembali ke aliran
darah. Setelah diserap, biotin masuk
dalam sirkulasi portal. Biotin disimpan
terutama dalam hati dan ginjal, meskipun semua sel jaringan mengandung biotin.
Asam Folat / Folasin
Asam
folat adalah tepung kristal kuning cerah, sedikit larut dalam air, tidak stabil
dalam larytan asam, tidak stabil terhadap panas dan agak mudah rusak bila kena
sinar. Di dalam alam terdapat dalam berbagai bentuk, membentuk senyawa folasin Semua
bentuk sama aktivitasnya bila diberikan pada hewan tingkat tinggi.
Fungsi asam folat; penting untuk
sintesis asam nuklelat. Di dalam tubuh
asam folat diubah menjadi paling sedikit 5 bentuk enzim aktif, yang bentuk
induknya adalah asam tetrahidrofolat. Koenzim
folasin bertanggung jawab dalam reaksi-reaksi metabolisme di dalam sel.
Defisiensi asam folat; anemia megaloblastik pada yang muda, dan anemia mikkrositik pada yang
bunting. Berlebihan tidak menunjukkan
toksisitas.
Metabolisme asam folat; penyerapan asam folat bervariasi dari pelbagai makanan, dari 10% -
80%. Asam folat diserap dengan cara
transport aktif dan melalui difusi, terutama di bagian depan usus halus, dan
sebagian disepanjang usus halus. Adanya
glukosa, asam askorbat dan beberapa antibiotik mempermudah penyerapannya. Asam folat terikat dengan protein dan
ditransport oleh darah ke hari. Dari
hati ia dimetilasi dan membawanya ke sumsum tulang, sel-sel dan mendewasakan
sel-sel darah merah. Sebagian asam folat
diekskresikan bersama empedu mamupun ke dalam urin. Asam ascorbat, vitamin B12 dan vitamin B6
sangat essensial bagi aktifitas koenzin folasin dalam pelbagai metabolisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar