Kamis, 12 Februari 2015

Bisnis Plan Ayam Kampung

Bussines Plan
Usaha Ayam kampung
Oleh: Archimedes Lakapu


1.     Jumlah pinjaman yang saya gunakan: Rp. 2.000.000,-
Pinjaman tersebut saya kembalikan:
50%  (1.000.000 setelah 8 bulan).
2.     Unit usaha yang saya rencanakan adalah penjualan Ayam kampung
3.     Beberapa alasan saya memilih unit usaha tersebut:
v  Merupakan kebutuhan masyarakat secara terus menerus.
v  Saya dapat mengetahui dimana saya memperoleh dan kemana saya menjual produk tersebut.
4.     Suppliers & Tempat Pemasaran : Kota Soe
Target Pemasaran:
v  Individu (melalui teman, keluarga dan kenalan)
v  Pasar Seputar Kota Soe dan Sekitarnya
Strategi  Pemasaran:
v  Menggunakan media yang saya miliki (broadcast melalui sms dan Facebook).
v  Memperkenalkan produk pada teman, kenalan dan keluarga
5.     Waktu Mulai: Setelah Saya menerima modal
6.     Perincian Penggunaan modal:
No
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo

1
Pinjaman modal yang diambil
2.000.000

2.000.000

2
Pembuatan Mesin Tetas:


a.     Pembelian 1 buah termostat

-



b.     Pembelian Bola 8 buah Lampu 5 Watt (@ 10.000)

-



c.     Pembelian  8 buah Fiting lampu (@5.000)

-





d.     Pembelian Kabel Listrik 4 meter(@ 2.500)

-



e.     Pembelian 1 buah terminal

10.000
1.990.000


f.     Pembelian 2 buah kaca polos ukuran 20 x 20 cm(@ 20.000)

-



g.     Pembelian triplek 1 buah

50.000
1.940.000


h.     Pembelian 1 buah baki (@ 5000)


1.935.000


i.      Biaya perakitan

400.000
1.535.000

3.
Listrik 4 bulan (@10.000)

40.000
1.495.000

4.
Pembelian 100 btr telur Ayam kampung (@ 3000)

300.000
1.195.000

5.
Pakan



a.     2 karung Jagung giling  50 kg(@ 4000)

400.000
795.000

b.     20 kg tepung ikan (@ 7000)

140.000
655.000
6.
Obat –obatan

50.000
605.000
7.
Buku Kwitansi dan Brosur

5000
600.000
8
Pembuatan Kandang

600.000
0

7.     Perhitungan Perkiraan Keuntungan
Harga Jual dan Keuntungan Ayam per satuan:
No
Keterangan
Harga Jual
Total
Keuntungan
1.
Ayam 100 ekor – Koefisien eror 20 % = 80 ekor (4 Bulan)
50.000
4.000.000
12.500/ ekor

a.     Setelah 4 Bulan?
4      Bulan Pertama. target pemasaran saya:
v  Pasar Kota Soe, teman, keluarga dengan jumlah 200 orang. Saya beranggapan bahwa minimal 40% dari mereka membutuhkan ayam kampung (80 orang).
v  Bila Harga jual adalah 50.000, maka total penjualan = 80 x 50.000 = 2.000.000. Jadi Keuntungan per Ekor = 2.000.000 – 1.500.000 / 40 = 500.000/ 40 = 12.500
b.     Setelah 8 Bulan
v  Di bulan ke 4, modal saya bertambah 2.000.000  + 1.000.000 = 3.000.000 Artinya jumlah ayam yang saya jual akan semakin bertambah karena Biaya tetap seperti pembuatan mesin tetas dan kandang tidak diperlukan lagi. Untuk lebih terperinci dapat di lihat pada tabel penggunaan modal setelah 8 bulan.
Tabel Penggunaan Modal setelah 8 Bulan
No
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
1
Modal
3.000.000

3.000.000

Pembelian telur ayam kampung 200 butir (@ 3000)

600.000
2.400.000
2.
Listrik (@ 10.000)

40.000
2.360.000
3.
Pakan




a.     8 karung Jagung giling 50 kg (@ 4.000)

1.600.000
760.000

b.     Tepung ikan 50 kg (@7000)

350.000
410.000
4.
Obat –obatan

100.000
310.000
5.
Pebaikan biaya kerusakan  dll

310.000
0

v  Area pemasaran diperluas dengan meningkatkan intensitas penawaran.
v  Hingga  akhir bulan ke 8, dengan koefisien eror = 20% maka dari total penjualan 160 ekor ayam dengan harga Rp 50.000.- / ekor
= 160 x 50.000 = 8.000.000
keuntungan = total penjualan –modal = 8.000.000-2.000.000
 = 6.000.000
Jadi keuntungan per ekor               = Rp. 37.500
v  Akhir bulan ke 8, Modal yang saya miliki = 8.000.000. Pinjaman yang dikembalikan Rp. 1.000.000. Maka sisa modal = Rp. 7.000.000
c.     Penggunaan Keuntungan
Modal awal                               = Rp. 2.000.000
Modal setelah 8 Bulan = Rp. 7.000.000
Maka keuntungan yang diperoleh = Rp. 5.000.000
Dengan keuntungan tersebut, maka saya akan menggunakan untuk:
60% untuk modal
15% untuk menabur dalam pelayanan
25% untuk kebutuhan pribadi
d.     Beberapa resiko yang saya hadapi saat mengerjakan unit usaha ini dan persiapan yang saya lakukan untuk menanggulangi usaha tersebut:
Resiko
Persiapan untuk menganggulangi
Persaingan harga Ayam kampung di Kupang dan sekitarnya
Melakukan survei harga di berbagai pasar Kota Soe
Telur ayam tidak menetas
Memastikan kualias ayam baik eksterior maupun interior dengan membelinya pada produsen telur ayam kampung yang terpercaya, memastikan kestabilan suhu mesin tetas.
Ayam mati/ terkena penyakit
Memaksimalkan manajemen pemeliharaan ayam, baik itu pemberian pakan, obat – obatan dan perkandangan.
Ayam tidak laku
Mempersiapakan strategi pemasaran dengan sebaik- baiknya.

e.     Catatan penting lainnya tentang usaha ini:
v Saya akan memiliki keterbukaan untuk belajar dari orang lain.
v Pencatatan keuangan (modal, keuntungan dan pemakaian merupakan hal yang penting.
v Saya akan bertanggungjawab dengan pinjaman modal yang diberikan.
v Beta wisuda bulan juli 2015













Tidak ada komentar: