Kamis, 12 Februari 2015

Mimpi

PEMBERI IMPIAN ATAU PERAMPOK IMPIAN ?

Ketika saya mengambil tema ini, pikiran saya tertuju pada sosok orang biasa yang dalam keadaan kesakitan, kebingungan, keputusasaan dan tanpa harapan saat berada di tengah – tengah gurun pasir yang luas. Impian yang menggebu – gebu, sosok pemberi impian yang selama ini menolongnya seolah – olah lenyap seiring terpaan badai pasir yang menghilangkan jejak – jejak langkahnya. Dalam kehampaan, orang biasa berkata “ Engkau bukan Pemberi impian, Engkau adalah Perampok impian”.Sebuah pernyatan yang jika kita selidiki dari awal cerita ini, adalah pernyataan yang sangat mengejutkan.Mengapa demikian?
A.Pemberi impian
          Pemberi impian menemui orang biasa dengan sehelai bulu putih yang mengingatkannya pada impian yang telah lama hilang ditelan rutinitas yang biasa dilakukan setiap hari. Hal ini membuat orang biasa mengambil keputusan untuk mengejar impian itu. Dia yakin bahwa dia diciptakan untuk mengejar impian itu. Dengan sebuah tekad, orang biasa memulai perjalanannya.
          Dalam cerita ini terlihat jelas bahwa yang paling menggerakkan orang biasa pada awal perjalanannya adalah Impiannya. Sosok pemberi impian seakan – akan hanya sebagai pengingat, penolong, dan penyerta. Impiannya lebih besar dari segalanya bahkan melebihi Sang Pemberi impian. Ketika orang biasa berada di tengah padang gurun, dengan berbagai cara dikejarnya impian itu dengan caranya sendiri, jalan pintas, jalan mudah, namun sia – sia.
          Saya percaya bahwa Tuhan sebagai pemberi impian, jauh lebih besar dari impian itu dan Dia peduli untuk kita melakukan impian yang telah dirancangNya. Tapi bukan berarti ketika kita mulai mengerjakannya, kita lupa bahwa Dialah yang menjadi sutradara dalam perjalanan impian itu. Dialah yang telah merancang perjalanan itu dan kita harus melaluinya.
B. Perampok Impian
       Ketika orang biasa mengeluarkan pernyataan bahwa Pemberi impian telah menjadi perampok impian, saya berpikir bahwa pada saat itu, impiannya telah jauh lebih besar dari pada sang pemberi impian. Dia merasa bahwa impiannya yang terutama, layak diperjuangkan tanpa berpikir lagi tentang dari mana impian itu. Pikiran inilah yang membuatnya mencari jalan pintas untuk mewujudkan impian itu.

          Secara sadar atau tidak sadar, kitapun dapat menyebut Tuhan sebagai perampok impian. Kita telah berpikir bahwa untuk itulah kita diciptakan, impian itu adalah milik kita dan berpikir bahwa Tuhan telah merampok semuanya dari kita tanpa berpikir siapa yang memberikan impian itu, lalu kita berpikir untuk tidak mempercayaiNya lagi karena semuanya telah diambil. Alangkah tragisnya hal ini.

C. impian kita atau Impian Tuhan?
       Impian kita atau impian Tuhan yang sedang kita perjuangkan? Saya percaya bahwa sebelum kita meletakan impian itu dibawah hadapan Tuhan, sesungguhnya kita hanya seperti musafir yang tersesat di padang gurun tak berpengharapan. Biarkan Dia yang memberikan jalan iman untuk kita.
         
         
 

 TRUGEN PUNG 2012


Puisi Baru

Mati

Aku melihat harapan berubah pucat dalam rangkaian waktu...
Ia berlahan berbalik pergi menjauh entah kemana...
Jiwa yang bergairah, hati yang membara lenyap di persimpangan jalan..
Menghilang di sisi – sisi luka sayatan kepahitan...
Berlahan – lahan luka makin dalam, sakit, perih tak tertahankan...
Mungkin malaikat pencabut nyawa telah berdiri di sampingnya...
Menunggu sambil mengacungkan pedangnya....

Semua lagu yang pernah kunyanyikan kini tinggal melodi syahdu yang patah...
Semua puisi yang pernah kutuliskan.. kini hanyalah kata – kata hambar tak berarti...
Semua cerita yang pernah ku kumandangkan... kini seperti serpihan – serpihan usang....

Bila tiba saatnya malam membisu...
Biarlah aku pun ada di sana...
Diam seribu bahasa...
Mati..

............................................


REVIVAL GENERATION 



Bisnis Plan Ayam Kampung

Bussines Plan
Usaha Ayam kampung
Oleh: Archimedes Lakapu


1.     Jumlah pinjaman yang saya gunakan: Rp. 2.000.000,-
Pinjaman tersebut saya kembalikan:
50%  (1.000.000 setelah 8 bulan).
2.     Unit usaha yang saya rencanakan adalah penjualan Ayam kampung
3.     Beberapa alasan saya memilih unit usaha tersebut:
v  Merupakan kebutuhan masyarakat secara terus menerus.
v  Saya dapat mengetahui dimana saya memperoleh dan kemana saya menjual produk tersebut.
4.     Suppliers & Tempat Pemasaran : Kota Soe
Target Pemasaran:
v  Individu (melalui teman, keluarga dan kenalan)
v  Pasar Seputar Kota Soe dan Sekitarnya
Strategi  Pemasaran:
v  Menggunakan media yang saya miliki (broadcast melalui sms dan Facebook).
v  Memperkenalkan produk pada teman, kenalan dan keluarga
5.     Waktu Mulai: Setelah Saya menerima modal
6.     Perincian Penggunaan modal:
No
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo

1
Pinjaman modal yang diambil
2.000.000

2.000.000

2
Pembuatan Mesin Tetas:


a.     Pembelian 1 buah termostat

-



b.     Pembelian Bola 8 buah Lampu 5 Watt (@ 10.000)

-



c.     Pembelian  8 buah Fiting lampu (@5.000)

-





d.     Pembelian Kabel Listrik 4 meter(@ 2.500)

-



e.     Pembelian 1 buah terminal

10.000
1.990.000


f.     Pembelian 2 buah kaca polos ukuran 20 x 20 cm(@ 20.000)

-



g.     Pembelian triplek 1 buah

50.000
1.940.000


h.     Pembelian 1 buah baki (@ 5000)


1.935.000


i.      Biaya perakitan

400.000
1.535.000

3.
Listrik 4 bulan (@10.000)

40.000
1.495.000

4.
Pembelian 100 btr telur Ayam kampung (@ 3000)

300.000
1.195.000

5.
Pakan



a.     2 karung Jagung giling  50 kg(@ 4000)

400.000
795.000

b.     20 kg tepung ikan (@ 7000)

140.000
655.000
6.
Obat –obatan

50.000
605.000
7.
Buku Kwitansi dan Brosur

5000
600.000
8
Pembuatan Kandang

600.000
0

7.     Perhitungan Perkiraan Keuntungan
Harga Jual dan Keuntungan Ayam per satuan:
No
Keterangan
Harga Jual
Total
Keuntungan
1.
Ayam 100 ekor – Koefisien eror 20 % = 80 ekor (4 Bulan)
50.000
4.000.000
12.500/ ekor

a.     Setelah 4 Bulan?
4      Bulan Pertama. target pemasaran saya:
v  Pasar Kota Soe, teman, keluarga dengan jumlah 200 orang. Saya beranggapan bahwa minimal 40% dari mereka membutuhkan ayam kampung (80 orang).
v  Bila Harga jual adalah 50.000, maka total penjualan = 80 x 50.000 = 2.000.000. Jadi Keuntungan per Ekor = 2.000.000 – 1.500.000 / 40 = 500.000/ 40 = 12.500
b.     Setelah 8 Bulan
v  Di bulan ke 4, modal saya bertambah 2.000.000  + 1.000.000 = 3.000.000 Artinya jumlah ayam yang saya jual akan semakin bertambah karena Biaya tetap seperti pembuatan mesin tetas dan kandang tidak diperlukan lagi. Untuk lebih terperinci dapat di lihat pada tabel penggunaan modal setelah 8 bulan.
Tabel Penggunaan Modal setelah 8 Bulan
No
Keterangan
Masuk
Keluar
Saldo
1
Modal
3.000.000

3.000.000

Pembelian telur ayam kampung 200 butir (@ 3000)

600.000
2.400.000
2.
Listrik (@ 10.000)

40.000
2.360.000
3.
Pakan




a.     8 karung Jagung giling 50 kg (@ 4.000)

1.600.000
760.000

b.     Tepung ikan 50 kg (@7000)

350.000
410.000
4.
Obat –obatan

100.000
310.000
5.
Pebaikan biaya kerusakan  dll

310.000
0

v  Area pemasaran diperluas dengan meningkatkan intensitas penawaran.
v  Hingga  akhir bulan ke 8, dengan koefisien eror = 20% maka dari total penjualan 160 ekor ayam dengan harga Rp 50.000.- / ekor
= 160 x 50.000 = 8.000.000
keuntungan = total penjualan –modal = 8.000.000-2.000.000
 = 6.000.000
Jadi keuntungan per ekor               = Rp. 37.500
v  Akhir bulan ke 8, Modal yang saya miliki = 8.000.000. Pinjaman yang dikembalikan Rp. 1.000.000. Maka sisa modal = Rp. 7.000.000
c.     Penggunaan Keuntungan
Modal awal                               = Rp. 2.000.000
Modal setelah 8 Bulan = Rp. 7.000.000
Maka keuntungan yang diperoleh = Rp. 5.000.000
Dengan keuntungan tersebut, maka saya akan menggunakan untuk:
60% untuk modal
15% untuk menabur dalam pelayanan
25% untuk kebutuhan pribadi
d.     Beberapa resiko yang saya hadapi saat mengerjakan unit usaha ini dan persiapan yang saya lakukan untuk menanggulangi usaha tersebut:
Resiko
Persiapan untuk menganggulangi
Persaingan harga Ayam kampung di Kupang dan sekitarnya
Melakukan survei harga di berbagai pasar Kota Soe
Telur ayam tidak menetas
Memastikan kualias ayam baik eksterior maupun interior dengan membelinya pada produsen telur ayam kampung yang terpercaya, memastikan kestabilan suhu mesin tetas.
Ayam mati/ terkena penyakit
Memaksimalkan manajemen pemeliharaan ayam, baik itu pemberian pakan, obat – obatan dan perkandangan.
Ayam tidak laku
Mempersiapakan strategi pemasaran dengan sebaik- baiknya.

e.     Catatan penting lainnya tentang usaha ini:
v Saya akan memiliki keterbukaan untuk belajar dari orang lain.
v Pencatatan keuangan (modal, keuntungan dan pemakaian merupakan hal yang penting.
v Saya akan bertanggungjawab dengan pinjaman modal yang diberikan.
v Beta wisuda bulan juli 2015