Oesapa, salah satu kelurahan yang terdapat di kota kupang, mempunyai salah satu keunikan yaitu banyak kos-kosan yang kebanyakan dihuni oleh mahasiswa rantau yang berasal dari berbagai daerah di NTT, keunikan budaya, bahasa, latar belakang bisa kita temui di sana, sehingga memungkinkan tempat tersebut rawan konflik antar suku.
Salah satu kasus yang pernah terjadi adalah tragedi sambolo lautan api pertengahan november tahun 2009.Kos - kosan yang dihuni kebanyakan oleh mahasiswa asal alor tersebut rata di lahap si jago merah. Sungguh memilukan melihat tangisan mahasiswa yang hanya bisa menatap seluruh barang - barangnya musnah seketika.
Keragaman yang seharusnya dijadikan potensi untuk memajukan daerah ini, justru dijadikan senjata untuk saling menghancurkan. Keunikan yang seharusnya dijadikan kekayaan daerah ini, malah digunakan sebagai sarana konflik.
Ironisnya, pelaku konflik adalah para mahasiswa yang notabene adalah masyarakat terdidik.Mahasiswa yang idealnya harus menjadi panutan masyarakat daerah ini dalam pola pikir, intelektual, wawasan yang luas, namun dalam prakiknya mahasiswa justru sebagai pembuat konflik, pengacau dll.
Ada cerita tentang 7 mahasiswa luar biasa yang menginginkan adanya persatuan yang indah. Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di NTT, Timor, Rote, Sabu, Sumba, Flores, Alor. mereka adalah Sepri, Nabas,. Moses, Nona, Yubi, Ison dan medes yang tergabung dalam " SPIRIT GENERATION ". Ceritanya di bagian berikut....hehehe...see you.
MEDES SPIRIT GENERATION + NESTA + ROSVITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar